Hukum Mengkhususkan Puasa 15 Sya’ban dan Shalat Tahajjud di Malam 15 Sya’ban

Penjelasan hukum puasa 15 Sya ban dan qiyamulail di bulan Sya ban.

Datang Hadits tentang itu dikeluarkan oleh Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, tetapi di dalam sanad Hadits tersebut ada seorang perawi yang bernama Ibnu Sabroh, orang ini dikatakan oleh para Ulama Hadits sering membuat Hadits palsu, dengan demikian Hadits yang datang tentang pengkhususan Puasa tanggal 15 Sya’ban dan Shalat Tahajjud di malam tanggal 15 Sya’ban adalah Dho’if (lemah) tidak sah dari Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Yang biasa dilakukan oleh Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagaimana datang Hadist dari A’isyah Radhiyallahuta’anha, dari Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari no. 1969 dan Al-Imam Muslim no. 1156

ما رايت رسول الله صلى الله عليه وعلى اله وسلم استكمل صيام شهر رمضان وما رايته الىكثر صياما منه في شعبان

“Aku belum pernah melihat Rasululla Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan dan aku belum pernah melihat Rasululla Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam memperbanyak puasa lebih dari bulan Sya’ban.”

Bahkan telah dikeluarkan oleh Al-Imam Al Wadi’i Rahimahullahu Ta’ala dalam kitabnya As Shahih Al-Jami’ Mimaa Laysa Fi Shahihain dari Hadits Ummu Salamah Radhiyallahuta’anha

ما رايت النبي صلى الله عليه وسلم يصوم شهرين متتابعين الا شعبان ورمضان

“Aku tidak pernah melihat Nab Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali Sya’ban dan Ramadhan”

Tetapi sebagaimana yang dijelaskan oleh sebagian istri Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam bahwa puasa di bulan Sya’ban yang dilakukan oleh Rasululla Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam itu tidak seluruhnya tetapi kebanyakan hari di bulan Sha’ban Rasululla ber puasa.

Wallahu A’lam